Tahun II, Nomor 8, Mei 2000

Menggambar Ilmiah di Linux

Home
Halaman Muka

Membangun Billing System untuk Server Warnet

SCILAB sebagai Alternatif Matlab

Pendahuluan

Linux kini telah menjadi salah satu sistem operasi yang mulai dikenal luas dan populer baik di kalangan pendidikan, industri, maupun pengguna komputer pribadi. Salah satu keutamaan Linux adalah sifatnya yang memungkinkan kita menggunakan free software sehari-hari tanpa harus memikirkan lisensi dan tentu saja uang yang harus dibelanjakan. Sebagai penduduk dari suatu negara yang daya belinya masih rendah, maka keistimewaan Linux ini dapat menolong kita, khususnya yang berkecimpung di dunia pendidikan, untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi diri kita sendiri maupun bangsa kita. 

Maksud dari tulisan ini adalah untuk memperkenalkan suatu program menggambar ilmiah dengan menggunakan sebuah program yang disebut The Generic Mapping Tool (GMT) yang dapat diambil dari http://www.soest.hawaii.edu/gmt. Kurang lebih 700 institusi di dunia telah menggunakan program ini. Tercatat sekitar 6000 orang pengguna program ini termasuk penulis yang menempatkan program tersebut di komputer pribadi penulis di rumah yang beroperasi dengan menggunakan Linux ...!!! 

Pengetahuan Dasar

Pengetahuan tentang perintah-perintah Linux/UNIX tentu saja dibutuhkan agar kita dapat menjalankan program ini. Salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana Anda dapat membuat suatu file ASCII yang dapat di-eksekusi, yang lazim disebut shell script. Shell script adalah suatu file ASCII yang berisi rangkaian perintah, seperti file batch dalam terminologi DOS. Shell script ini hanya untuk memudahkan kita dalam membuat kumpulan grafik, peta, dan lain-lain dalam sebuah kertas untuk menjadikan display hasil pekerjaan kita dengan seefektif dan semenarik mungkin. Tanpa menggunakan script, Anda masih dapat menghasilkan gambar-gambar ilmiah yang bagus. Anda cukup mengetik perintah-perintah yang diperlukan di dalam xterm

Program GMT ini menghasilkan output berupa sebuah file postscript. Untuk melihat output tersebut Anda dapat menggunakan gv yang biasanya terdapat dalam berbagai distribusi Linux. Ketikkan gv namafile, dan Anda dapat melihat gambar Anda. Bagi yang terbiasa dengan file postscript, penyuntingan dapat dilakukan pada file tersebut untuk meningkatkan tampilan gambar. Untuk informasi, mereka yang pernah belajar bahasa grafik seperti HPGL akan dapat secara mudah melakukan modifikasi terhadap file tersebut. 

Beberapa Contoh

Pada bagian ini kita akan melihat beberapa contoh gambar (sederhana) yang dapat dihasilkan oleh program ini. Gambar pertama merupakan suatu kasus dimana Anda mempunyai sebuah file ASCII yang berisi data variabel x dan y. Dari file data tersebut Anda ingin membuat sebuah kurva y vs x. Kita andaikan file tersebut bernama data1. Untuk membuat gambar, cukup jalankan perintah-perintah di bawah ini atau simpanlah perintah-perintah tersebut di dalam suatu script lalu jalankanlah script tersebut. 
psxy data1 -JX3/1 -R0/25/-1/1 \
     -B5:"Waktu":/0.2:"Amplitudo"::."Gambar 1":WSen -P >gambar1.ps
gv gambar1.ps     
Hasilnya adalah gambar di bawah ini. It's easy.

psxy adalah perintah untuk menggambar kurva y vs x.-JX adalah opsi untuk mengatur ukuran gambar dalam sistem koordinat Kartesian. Angka 3 dan 1 yang mengikutinya menunjukkan lebar dan tinggi gambar yang dihasilkan dalam satuan inci. -R adalah opsi untuk mendefinisikan range nilai x dan y. Angka-angka yang mengikutinya menunjukkan nilai x-minimum, x-maximum, y-minimum, dan y-maximum. -B adalah opsi untuk labelisasi sumbu x, y, dan judul. -P menunjukkan bahwa gambar akan disimpan dalam bentuk portrait. Tanda ">" adalah perintah untuk redirection ke sebuah file output yang bernama gambar1.ps

Contoh kedua merupakan suatu kasus dimana kita ingin meletakkan dimana posisi gempa pada peta dunia. Andaikan kita memiliki posisi gempa (epicenter) yang kita peroleh, misalnya, dari instansi seperti Badan Meteorologi Geofisika (BMG). Data lokasi gempa tersebut kita simpan dalam file ASCII bernama data2, dan terdiri dari bujur serta lintang. Bujur merupakan variabel x, dan lintang merupakan variabel y. Kita ingin agar lokasi gempa tersebut digambarkan bersama-sama dengan peta di sekitarnya. Untuk melakukannya, kita cukup mengetikkan perintah dibawah ini : 

pscoast -JX3/2 -R125/155/35/55 -G200 \
     -B5:"Bujur":/5:"Lintang"::."Gambar 2":WSen -P -K > gambar2.ps
psxy data2 -JX -R -Sc0.15 -G128 -W0 -P -O >> gambar2.ps
gv gambar2.ps
Hasilnya adalah gambar di bawah ini. Gempa-gempa tersebut terjadi di sebelah utara Jepang, yaitu di daerah Kepulauan Kurile. Lagi-lagi : It's easy.

pscoast adalah perintah untuk menggambarkan peta berdasarkan koordinat yang kita berikan. -K adalah opsi yang menandakan bahwa akan ada gambar yang ditambahkan pada file output gambar2.ps setelah perintah pertama ini. Pada perintah kedua, opsi -Sc0.15 merupakan opsi untuk menggambar simbol yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari 0.15 inci. -G128 adalah opsi untuk mengarsir daratan dengan skala kelabu 128. -O merupakan opsi untuk meng-overlay gambar sebelumnya. Dengan demikian gambar hasil perintah kedua akan ditumpuk menjadi satu dengan gambar hasil perintah pertama di dalam file output gambar2.ps

Fungsi overlay juga memudahkan kita dalam membuat gambar seperti di bawah ini. 

Gambar berikut ini merupakan salah satu contoh yang dapat diperoleh dari situs GMT di atas. Bagian atas merupakan gambar 3-dimensi topografi bawah laut di sekitar kepulauan Hawaii, sedangkan bagian bawah merupakan kontur topografi. Kontur adalah istilah lain dari iso, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang nilai suatu besaran sama, misalnya isobar (tekanan sama), isotherm (suhu sama), dan lain sebagainya. 

Seperti disebutkan di atas, GMT telah banyak dipakai oleh berbagai institusi di dunia, baik pendidikan maupun lembaga riset. Salah satu institusi yang menggunakan GMT untuk keperluan mereka adalah GEOMAR Research Center for Marine Geosciences. Banyak display hasil penelitiannya di Indonesia dan di berbagai tempat dibuat dengan program GMT. 

Penutup

Sebagai penutup, penulis ingin menegaskan bahwa dengan melihat beberapa contoh di atas maka kita kini memiliki alternatif untuk mengembangkan laboratorium komputasi kita dengan program-program yang legal, murah, canggih, dan diakui secara internasional walaupun hanya bermodalkan sekumpulan komputer personal (PC). 


Dr. Leonard Lisapaly
Program Geofisika - Universitas Indonesia
Depok 16424



| Membangun Billing System untuk Server Warnet | SCILAB sebagai Alternatif Matlab |

Email : jakarta@jakarta.linux.or.id


| Home | Halaman Muka
 © 1999-2000 ELEKTRO Online
All Rights Reserved.
Last modified on :