ElektroIndonesia.Com
Jumat, 23 Juni 2017
-- Komputer
  Julukan Super Komputer Tercepat Sejagad Kini Milik China
  ME310 Hasilkan Konsep Laptop Dengan Desain Ramah Lingkungan
  Anton Supercomputer - Mesin simulasi gerakan protein dengan besaran milidetik
  Intel Kembangkan Komputer Pembaca Pikiran
  Perancangan Aplikasi Persedian Barang pada Personal Digital Assistant (PDA) dengan Menggunakan NS-Basic
-- Komunikasi
  Musik dan Warna Bisa Cerdaskan Anak
  Menelepon Kini Bisa Dilakukan via Gmail
  Pengenalan untuk Next Generation Networks
  Elemen Perancangan Sistem Kabel Coaxial pada pada Jaringan HFC
   Perencanaan Daya Pancar BTS untuk Sistem GSM pada Jalur Kereta Api Jakarta-Bandung
-- Kontrol/Kendali
  Turbin Angin Masa Depan Harus Mampu Terbang
  Sebuah pengalaman dalam upaya mewujudkan capacity building di bidang Sistem Instrumentasi dan Kendali reaktor nuklir
  Sebuah pengalaman dalam upaya mewujudkan capacity building di bidang Sistem Instrumentasi dan Kendali reaktor nuklir
  Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic
  Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic
Scenedesmus, Sumber Bahan Bakar Bio Sekaligus Penetralisir Air Limbah
2011-02-25

Jika berkaitan dengan bahan bakar bio, fasilitas pengolahan air limbah bisa jadi merupakan tempat dan terakhir untuk dipertimbangkan. Tetapi tidak demikian halnya dengan sekelompok ilmuwan dari Rochester Institute of Technology.

Para peneliti di perguruan tinggi tersebut saat ini sedang memanfaatkan algae dari jenis Scenedesmus untuk membersihkan air limbah dari zat-zat yang umum terkandung di dalamnya seperti amonia, nitrat, dan fosfat.

Metode ini menurut mereka dua kali ramah lingkungan. Yang pertama, selain algae membantu menetralisir kandungan bahan-bahan, seperti telah disebutkan sebelumnya, ganggang air ini juga merupakan alternatif sumber bahan bakar bio.

Dalam uji cobanya bersama Environmental Energy Technologies di fasilitas pengolahan air limbah di Irondequoit, New York, semua kandungan amonia, 88% nitrat dan 99% fosfat hilang dari air dimana algae tersebut ditumbuhkan. Environmental Energy Technologies merupakan divisi di bawah laboratorium pemerintah AS, Lawrence Berkeley National Laboratory dan menangani riset teknologi energi yang tidak berdampak negatif pada lingkungan.

Saat ini tim riset tersebut berhasil memperbanyak 113 liter algae di laboratorium menjadi 378 liter algae di fasilitas yang dimiliki Environmental Energy Technologies. Rencananya mereka akan meningkatkan produksi alganya sebesar 10 kali lipat dari yang telah dicapai sebelumnya atau sekitar 3.785 liter.

Jika demikian halnya, maka budi daya algae tidak lagi harus di kolam-kolam khusus, cukup di penampungan dan tempat air limbah yang ada.

Oleh : liveonearth
Sumber : planethijau.com
BMW Siap Produksi Mobil Ramah Lingkungan Seri i3 dan i8
2011-02-25

BMW meluncurkan sub merek baru berlabel BMW i, yang merupakan kelanjutan dari proyek i yang dimulai sejak tahun 2007.

Peluncuran sub merek itu merupakan komitmen BMW dalam memberikan solusi berkendara yang berkelanjutan, seperti yang diungkapkan Ian Robertson, salah satu top manajemen BMW, pada saat press release di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu.

Sub merek baru itu akan dipasangkan pada mobil-mobil masa depan yang ramah lingkungan. Mobil-mobil itu adalah BMW i3, yang diambil dari konsep mobil Megacity dan BMW i8 yang mengacu pada mobil konsep Vision EfficientDynamics.

Megacity sendiri didesain sebagai kendaraan personal yang 100% elektrik. Megacity sendiri adalah terjemahan dari visi yang dimiliki pabrikan itu dimana menurut BMW sebagian besar populasi manusia akan berada di perkotaan di tahun 2050 dengan mode transportasi seperti Megacity, yang tentu saja tanpa melepaskan emisi gas rumah kaca.

Sementara Vision EfficientDynamics adalah konsep mobil sport hybrid berpenumpang 4 orang yang menggabungkan mesin diesel 3 silinder 2.400 cc dengan motor sinkron. Kombinasi kedua mesin itu mampu membawa mobil konsep tersebut menempuh jarak 100 kilometer dengan hanya mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 3,76 liter. Jika mengandalkan pada baterai lithium ion yang butuh waktu 2,5 jam untuk mencapai kapasitas maksimalnya guna menggerakkan motor, maka jarak tempuhnya mencapai 50 kilometer. Tetapi berkat mesin 2.400 cc yang dipasangkan di bagian belakang mobil, jarak tempuhnya mencapai 650 kilometer.

Tidak hanya dari sisi emisi karbon dan efisiensi mesinnya yang menjadi perhatian BMW, tetapi arsitektur yang digunakan pada mobil-mobil BMW i akan mengadopsi teknologi rangka LifeDrive. LifeDrive sendiri merupakan konsep yang dibuat BMW mengakomodasi muatan yang nantinya akan dibawa oleh mobil-mobil BMW. Modul Drive akan menampung baterai dan mesin, sedangkan pengemudi dan penumpang akan berada dalam modul Life yang terbuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon.

Rencananya mobil-mobil seri "i" yang akan dibuat di salah satu pabrik BMW di Leipzig, Jerman tersebut akan segera dipasarkan pada tahun 2013.

Oleh : greenlover
Sumber : planethijau.com

Artikel Terkini :
Elektro --
Sensor CO2 baru yang sederhana  
Operasional Seluler Habiskan 70 Juta Liter Solar  
Teknologi Prosesor Berbasis Molekul DNA  
Penyisipan Informasi Data Digital Pada Siaran AM  
Perancangan Layout IC CMOS Multivibrator Monostabil Menggunakan Program LASI  
Energi --
Scenedesmus, Sumber Bahan Bakar Bio Sekaligus Penetralisir Air Limbah  
21,3 GigaWatt Energi Bersih Dari Hancurnya Ekosistem di hasilkan Cina  
Selangkah Lagi Bensin Sintetis Tanpa Emisi Karbon Siap Gantikan Bensin Berbasis Minyak Bumi  
Baterai Lithium Ion Yang ''Terinfeksi'' Virus, Menyimpan Energi 10 Kali Lebih Banyak  
Cina Akan Bangun Pembangkit Listrik BioGas Terbesar Pertama di Dunia  
Instrumentasi --
BMW Siap Produksi Mobil Ramah Lingkungan Seri i3 dan i8  
Lemari Pendingin Tanpa Listrik Pertahankan Suhu Selama 10 Hari  
Baju Pengganti Baterai  
Seoul Akan Operasikan Bis Listrik di Rute Komersial  
Honda Luncurkan Program Untuk Mengenali Berbagai Aspek Dalam Teknologi Mobil Listrik  
Komputer    Komunikasi    Kontrol    Elektro    Energi    Instrumentasi
Copyright 2006